Q4, Q3, Q2, Q1: Cara Membaca Kualitas Jurnal dalam Juknis JAD

 

Q4, Q3, Q2, Q1: Cara Membaca Kualitas Jurnal dalam Juknis JAD

Halo Sobat Dosen! 👋
Kalau kamu lagi ngejar kenaikan jabatan akademik, pasti sudah nggak asing dengan istilah Q1, Q2, Q3, dan Q4 saat memilih jurnal buat publikasi, kan? Tapi apa sih sebenarnya arti kode-kode itu? Kenapa peringkat jurnal bisa menentukan angka kredit dan bahkan memengaruhi proses peer review ataupun penilaian PAK di Juknis JAD? Yuk kita bahas tuntas dari dasar sampai praktiknya! 💡

Q4, Q3, Q2, Q1
 

📌 Apa Itu Sistem Kuartil Q1–Q4?

Dalam dunia publikasi internasional, khususnya yang memakai basis data Scopus atau sistem pemeringkatan lain seperti SCImago Journal Rank (SJR), jurnal ilmiah dikelompokkan ke dalam empat kuartil (quartiles):

👉 Q1, Q2, Q3, dan Q4 — yang masing-masing mencerminkan kualitas jurnal dalam suatu bidang ilmu berdasarkan jumlah sitasi, reputasi, dan indikator bibliometrik lainnya.

Jadi simpelnya: sistem kuartil ini membantu kita menjawab pertanyaan:

“Di mana posisi jurnal ini kalau dibandingkan dengan jurnal lain di bidangnya?”

Nah posisi ini nggak hanya soal angka, tetapi menunjukkan seberapa besar pengaruh jurnal terhadap perkembangan ilmu dan visibilitas riset di komunitas ilmiah global.

 

📊 Kuartil Itu Apa Sebenarnya?

Coba bayangkan daftar 100 jurnal dalam satu bidang — misalnya Education atau Engineering. Nah sistem kuartil membagi daftar itu jadi empat bagian sama besar berdasarkan rankingnya:

Kuartil

Persentil

Penjelasan

Q1

Top 25%

Jurnal terbaik dalam bidangnya; sangat bergengsi & punya sitasi tinggi.

Q2

25–50%

Jurnal berkualitas tinggi; tetap kuat reputasinya.

Q3

50–75%

Jurnal menengah; pengaruhnya lumayan tetapi lebih terbatas.

Q4

75–100%

Jurnal peringkat bawah; biasanya dampaknya lebih rendah — tapi tetap terindeks resmi.

Gampangnya, Q1 itu teratas, Q4 itu urutan bawah, tapi semuanya tetap punya peran dalam ekosistem ilmiah.

 

📚 Kenapa Sistem Kuartil Penting dalam Juknis JAD?

Dalam Juknis Jabatan Akademik Dosen (JAD), publikasi ilmiah adalah salah satu komponen substansial yang dinilai — terutama untuk kenaikan jabatan dari Lektor ke Lektor Kepala atau dari Lektor Kepala ke Profesor. Publikasi di jurnal yang berkualitas biasanya memberi angka kredit yang lebih tinggi dibandingkan jurnal yang peringkatnya rendah.

Artinya, memahami kuartil bukan sekadar “aturan teknis” — tetapi juga strategi penting supaya publikasi kamu diakui dan dihitung secara optimal oleh tim penilai PAK dalam juknis JAD.

 

🧠 Detail Kuartil: Apa Bedanya?

📌 Q1 — Kuartil Tertinggi

Ini adalah tingkat jurnal paling bergengsi dan berpengaruh di bidangnya. Jurnal Q1 biasanya punya:

·         Reputasi global kuat

·         Banyak sitasi dari peneliti lain

·         Proses peer review ketat

·         Publikasi yang terdistribusi luas di komunitas ilmiah

Publikasi di Q1 biasanya membutuhkan waktu review lebih lama dan tingkat seleksinya tinggi — tetapi nilai ilmiah dan dampaknya besar.

Untuk strategi karier dosen:
Kalau kamu mengincar pengakuan akademik yang kuat, jurnal Q1 sering jadi target utama — terutama bila ingin naik jabatan fungsional di jenjang atas.

 

📌 Q2 — Jurnal Berkualitas Tinggi

Kuartil di bawah Q1 ini tetap sangat dihormati. Jurnal Q2:

·         Masih berkualitas tinggi dan punya sitasi kuat

·         Reputasinya tetap diakui dalam komunitas ilmiah

·         Proses peer review tetap ketat, tapi sedikit lebih mudah dibanding Q1

Jurnal ini sering dipilih oleh peneliti yang:
Ingin publikasi berprestise
Masih mengembangkan rekam jejak ilmiahnya sebelum mengejar Q1
Membangun output penelitian yang konsisten

 

📌 Q3 — Jurnal Menengah

Jurnal di Q3 biasanya memiliki:

·         Peringkat tengah dalam database

·         Dampak sitasi lebih rendah dibanding Q1/Q2

·         Batas seleksi yang relatif lebih fleksibel

Meski peringkatnya bukan yang paling bergengsi, jurnal Q3 tetap terindeks secara resmi dan layak sebagai tempat publikasi — terutama jika kamu:
Memulai perjalanan publikasi internasional
Fokus pada niche yang spesifik
Butuh pengalaman publikasi lebih cepat

 

📌 Q4 — Kuartil Dasar

Kuartil ini menempati posisi 25% terbawah dari semua jurnal di bidang tertentu. Itu bukan berarti jurnal Q4 “jelek”, tetapi seringkali jurnal ini:

·         Terindeks secara resmi (mis. Scopus)

·         Dampaknya lebih rendah (kurang sitasi dan visibilitas)

·         Proses peer review mungkin kurang ketat dibanding kuartil di atas

Jurnal Q4 sering dimanfaatkan oleh dosen pemula atau peneliti yang ingin publikasi awal — head start sebelum mengejar jurnal yang lebih tinggi.

 

📌 Bagaimana Cara Mengetahui Kuartil Jurnal?

Mau tahu jurnal yang kamu incar termasuk Q1–Q4? Caranya simpel:

👉 Gunakan SJR (SCImago Journal Rank):

·         Masuk ke situs scimagojr.com

·         Cari nama jurnal atau ISSN

·         Akan terlihat peringkat jurnal dan kuartilnya di setiap kategori subjeknya

👉 Cek melalui metric Scopus:
Beberapa portal kampus atau sistem penilaian PAK bisa menampilkan kuartil langsung dari Scopus atau database yang relevan.

Ini penting karena kuartil jurnal bisa berbeda tergantung bidangnya — artinya jurnal favoritmu mungkin Q1 di satu kategori tetapi Q2 di kategori lain.

 

🧩 Kuartil vs Kualitas: Keduanya Bukan Hal Mutlak

Walaupun kuartil memberikan gambaran kualitas jurnal secara statistik, tetap penting diingat:

💡 Kuartil itu indikator, bukan definisi mutlak “kualitas ilmiah” artikel kamu.
Artikel yang kuat secara konsep dan metodologi bisa punya dampak besar meskipun dipublikasikan di jurnal kuartil menengah atau bawah.

👉 Jurnal Q1 sering dipandang sebagai puncak, tetapi jangan remehkan kontribusi yang bisa muncul dari Q2–Q4 sebagai bagian dari strategi publikasi bertahap dan rekam jejak penelitian jangka panjang.

 

📈 Strategi Publikasi yang Cerdas

Kalau kamu sedang menyusun rencana publikasi untuk kenaikan jabatan, pertimbangkan hal-hal ini:

🔹 Roadmap publikasi bertahap:
Mulai dari Q4/Q3 dulu untuk bangun portofolio, lanjutkan ke Q2, dan targetkan Q1 ketika artikelmu matang secara ilmiah.

🔹 Pilih jurnal sesuai target:
Cari jurnal yang relevan dengan topikmu — jangan hanya kejar Q1, tetapi pastikan risetmu cocok dengan fokus jurnal.

🔹 Perhatikan persyaratan Juknis JAD:
Untuk kenaikan jabatan tertentu, ada syarat minimum publikasi di jurnal internasional bereputasi — sering kali diukur kuartil atau indeks.

🔹 Kombinasikan visibilitas dan kualitas:
Publikasi di jurnal Q2 bisa bagus untuk angka kredit dan reputasi, sementara mempersiapkan Q1 untuk level selanjutnya.

 

🧠 Penutup: Kuartil Itu Navigasi Karier Akademik

Intinya, istilah Q1 hingga Q4 bukan sekadar label angka, tetapi alat navigasi penting buat kamu yang mengejar kenaikan jabatan dosen. Dengan memahami apa arti setiap kuartil dan bagaimana memilih jurnal yang sesuai, kamu bisa membangun strategi publikasi yang efektif dan relevan dengan target karier akademikmu.

Jadi, ketika kamu melihat kode jurnal “Q1”, ingat — itu bukan sekadar kode, tetapi tanda kualitas dan visibilitas yang kuat dalam komunitas ilmiah global 👩🔬🌍

Kalau kamu mau contoh tautan SJR atau langkah cek kuartil langkah demi langkah, tinggal bilang aja — aku bisa bantu! 😊

 

📌 Sumber Referensi:
Penjelasan klasifikasi kuartil jurnal dan arti Q1–Q4 berdasarkan sistem ranking Scopus dan SJR.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar