BKD, SISTER, dan SKP: Segitiga Penting dalam Penilaian Kinerja Dosen

 

πŸ”— BKD,  SISTER, dan SKP: Segitiga Penting dalam Penilaian Kinerja Dosen

BKD,  SISTER, dan SKP


Halo Sobat Ruang Dosen πŸ‘‹
Kalau kamu dosen aktif, apalagi yang sedang berjuang di jalur kenaikan jabatan akademik, sertifikasi dosen, atau sekadar ingin kinerjanya “aman dan lancar”, pasti sudah akrab dengan tiga istilah ini:

πŸ‘‰ BKD
πŸ‘‰ SISTER
πŸ‘‰ SKP

Masalahnya, tidak sedikit dosen yang masih menganggap ketiganya sebagai tiga hal terpisah. BKD ya BKD, SISTER ya aplikasi, SKP urusan kepegawaian. Padahal dalam sistem penilaian kinerja dosen saat ini, ketiganya saling terhubung erat dan tidak bisa berdiri sendiri.

Nah, artikel ini akan mengajak kamu memahami hubungan BKD, SISTER, dan SKP dengan bahasa santai ala Ruang Dosen, supaya kamu tidak lagi bingung — dan yang paling penting — tidak salah langkah dalam mengelola karier akademik.

 

πŸ“Œ BKD: Potret Nyata Kinerja Dosen

Kita mulai dari yang paling sering bikin deg-degan setiap akhir semester: BKD (Beban Kerja Dosen) πŸ˜„

Secara sederhana, BKD adalah laporan aktivitas dosen dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu:

1.      Pendidikan dan pengajaran

2.      Penelitian

3.      Pengabdian kepada masyarakat

4.      Unsur penunjang

BKD dibuat setiap semester dan menjadi bukti formal bahwa dosen telah menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam banyak pedoman resmi, BKD diposisikan sebagai instrumen utama pengendalian kinerja dosen (LLDIKTI Wilayah VIII).

πŸ“Œ Artinya:

·         BKD menjawab pertanyaan: “Apa saja yang dikerjakan dosen?”

·         BKD menekankan aktivitas dan beban kerja.

Tanpa BKD yang “Memenuhi”, banyak urusan dosen bisa terhambat: dari tunjangan profesi, sertifikasi dosen, hingga kenaikan jabatan akademik.

 

πŸ’» SISTER: Rumah Besar Data Kinerja Dosen

Selanjutnya kita bahas SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi).
Banyak dosen menganggap SISTER hanya sebagai “tempat input BKD”. Padahal, fungsinya jauh lebih luas dari itu.

SISTER adalah sistem nasional yang mengintegrasikan seluruh data dosen, mulai dari:

·         riwayat pendidikan,

·         jabatan akademik,

·         kepangkatan,

·         BKD,

·         penelitian,

·         pengabdian,

·         publikasi,

·         hingga penilaian kinerja.

Sederhananya, SISTER adalah “rumah besar” semua data kinerja dosen yang digunakan oleh perguruan tinggi, LLDIKTI, dan Kementerian (Kemendikbudristek).

πŸ“Œ Dalam konteks hubungan ini:

·         BKD diinput dan dinilai melalui SISTER

·         Data BKD di SISTER menjadi rujukan resmi nasional

·         SISTER menjadi jembatan antara aktivitas dosen dan penilaian kinerja formal

Kalau BKD itu “isi”, maka SISTER adalah wadah dan penghubungnya.

 

πŸ“ SKP: Penilaian Kinerja dalam Perspektif Kepegawaian

Sekarang kita masuk ke bagian yang sering bikin dosen ASN mengernyitkan dahi: SKP (Sasaran Kinerja Pegawai).

SKP adalah instrumen penilaian kinerja pegawai ASN, termasuk dosen yang berstatus PNS atau PPPK. Dalam sistem terbaru, SKP tidak hanya menilai target kerja, tetapi juga:

·         hasil kerja,

·         perilaku kerja,

·         dan kontribusi terhadap organisasi.

Penilaian SKP menghasilkan predikat kinerja, seperti:

·         Sangat Baik

·         Baik

·         Cukup

·         Kurang

Predikat inilah yang kemudian berdampak pada:

·         tunjangan kinerja,

·         pengembangan karier,

·         manajemen talenta ASN (BKN).

πŸ“Œ Intinya:

·         SKP menjawab pertanyaan: “Seberapa baik dosen menjalankan pekerjaannya sebagai ASN?”

·         SKP menekankan hasil dan kualitas kerja, bukan sekadar aktivitas.

 

πŸ”— Bagaimana Hubungan BKD, SISTER, dan SKP?

Nah, ini bagian terpentingnya.

🧩 1. BKD adalah Sumber Data Kinerja Akademik

Untuk dosen, sebagian besar target SKP bersumber dari aktivitas Tridarma.
Dan aktivitas Tridarma itu dibuktikan melalui BKD.

Artinya:

·         Mengajar → tercatat di BKD

·         Meneliti → tercatat di BKD

·         Mengabdi → tercatat di BKD

Jika BKD tidak terpenuhi, maka bahan utama penyusunan SKP otomatis lemah.

πŸ“Œ Dengan kata lain:
πŸ‘‰ BKD = bahan mentah kinerja dosen

 

🧩 2. SISTER Mengintegrasikan BKD dan SKP

Di banyak perguruan tinggi, SISTER mulai dijadikan rujukan utama dalam menyusun dan memverifikasi kinerja dosen untuk SKP.

Data BKD yang sudah diverifikasi di SISTER:

·         digunakan sebagai bukti capaian kinerja,

·         memudahkan atasan menilai SKP secara objektif,

·         meminimalkan perbedaan data antara akademik dan kepegawaian.

Ini sejalan dengan kebijakan integrasi data kinerja dosen yang dicanangkan Kemendikbudristek dan BKN (Kemendikbudristek).

πŸ“Œ Jadi: πŸ‘‰ SISTER = penghubung resmi antara dunia akademik (BKD) dan dunia kepegawaian (SKP)

 

🧩 3. SKP Menilai Kualitas dari Apa yang Dilaporkan di BKD

Kalau BKD menjawab “apa yang dikerjakan”, maka SKP menjawab:

“Seberapa baik pekerjaan itu dilakukan?”

Contohnya:

·         Mengajar 12 SKS → BKD mencatat beban

·         Kualitas pembelajaran, inovasi metode, dan dampaknya → dinilai dalam SKP

Dengan sistem penilaian terbaru, dosen yang BKD-nya lengkap, konsisten, dan berkualitas akan lebih mudah memperoleh predikat kinerja Baik atau Sangat Baik (BKN).

πŸ“Œ Artinya:
πŸ‘‰ BKD memengaruhi SKP
πŸ‘‰ SKP menentukan predikat kinerja
πŸ‘‰ Predikat kinerja berdampak pada karier dosen

 

πŸ“ˆ Dampaknya bagi Karier Dosen

Kalau tiga hal ini selaras, dampaknya sangat besar:

1. Kenaikan Jabatan Akademik Lebih Lancar

BKD lengkap → data rapi di SISTER → kinerja terbaca baik → proses naik jabatan lebih aman.

2. Predikat Kinerja Lebih Baik

BKD yang konsisten memudahkan dosen mendapatkan predikat Baik atau Sangat Baik di SKP.

3. Tunjangan dan Insentif Aman

Tidak ada “cerita” tunjangan tertunda karena data kinerja tidak sinkron.

4. Rekam Jejak Profesional Lebih Kuat

Data di SISTER menjadi arsip nasional yang akan selalu muncul saat dosen mengajukan:

·         sertifikasi,

·         hibah,

·         promosi,

·         atau tugas belajar.

 

πŸ˜… Kenapa Banyak Dosen Masih Bingung?

Karena selama bertahun-tahun:

·         BKD dikelola unit akademik,

·         SKP dikelola kepegawaian,

·         SISTER dianggap sekadar aplikasi.

Padahal sekarang arahnya jelas:
πŸ‘‰ Semua penilaian kinerja dosen harus terintegrasi dan konsisten.

Kalau dosen tidak aktif mengelola BKD dengan baik, maka:

·         data di SISTER tidak optimal,

·         SKP jadi sekadar formalitas,

·         dan karier bisa jalan di tempat.

 

🧠 Penutup: Jangan Lagi Melihat BKD, SISTER, dan SKP Terpisah

Sobat Ruang Dosen, mulai sekarang kita perlu mengubah cara pandang:

BKD bukan hanya laporan semesteran
SISTER bukan sekadar aplikasi
SKP bukan cuma kewajiban ASN

BKD adalah fondasi kinerja akademik
SISTER adalah sistem integrasi nasional
SKP adalah penentu arah karier dosen

Kalau tiga-tiganya dikelola selaras, karier dosen akan jauh lebih tertata, terukur, dan berkelanjutan πŸš€

 

πŸ“š Referensi

1.      Pedoman dan informasi BKD dosen – LLDIKTI Wilayah VIII
https://lldikti8.kemdikbud.go.id/bkd/

2.      Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) – Kemendikbudristek
https://sister.kemdikbud.go.id/

3.      Pedoman Penilaian Kinerja ASN (SKP) – Badan Kepegawaian Negara
https://www.bkn.go.id/wp-content/uploads/2023/01/Pedoman-Penilaian-Kinerja-ASN.pdf

4.      Kebijakan integrasi data dosen dan kinerja – Kemendikbudristek
https://kemdikbud.go.id/


 Penerbit Buku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar