Pembaruan Jadwal Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang-II Tahun 2024
Jakarta, 27 Agustus 2024 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi telah merilis pembaruan jadwal pelaksanaan Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang-II Tahun 2024. Surat dengan nomor 2386/E4/DT.04.01/2024 ini ditujukan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi di lingkungan Kemendikbudristek, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I s.d XVII, serta Kementerian Mitra.
Dalam surat tersebut, diinformasikan beberapa kegiatan penting terkait
pelaksanaan Serdos pada Gelombang-II ini, yang dijadwalkan sebagai berikut:
- Tahap-I:
- Penarikan
Data Eligible: 2 September 2024
- Penyusunan
PDD-UKTPT dan Penilaian Persepsional: 3-17 September 2024
- Tahap-II:
- Perhitungan
Nilai Persepsional oleh PSD-PTU: 18-19 September 2024
- Pengajuan
DYS oleh PSD-PTU: 18-20 September 2024
- Tahap-III:
- Penilaian
Portofolio DYS oleh Assessor PTPS: 30 September - 18 Oktober 2024
- Yudisium
Internal PTPS: 18-21 Oktober 2024
- Yudisium
Nasional: 31 Oktober 2024
Penting untuk diperhatikan bahwa Dosen Yang Disertifikasi (DYS) yang telah
lolos pada Tahap-II dari Periode Gelombang-I namun belum masuk kuota Nasional
akan diambil kembali berdasarkan penilaian sebanyak 235 DYS yang akan masuk
langsung pada Tahap-III. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui SISTER.
Direktorat Sumber Daya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kerjasama
yang baik dari seluruh pihak terkait dalam menyukseskan program sertifikasi
dosen ini.
Kontak: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Telepon: (021) 57946104
Website: www.dikti.kemdikbud.go.id
Tembusan:
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
kenaikan pangkat penyetaraan dosen bukan PNS III/b s.d. III/d
Waktu Pelayanan
15 Hari Kerja
Daftar Persyaratan Yang Di
Butuhkan
|
1. |
Asli Scan Surat Pernyataan tidak menduduki jabatan pada instansi lain
(Materai 10.000) |
|
|
2. |
Asli Scan Surat Keputusan Jabatan Fungsional dan Lembar Penetapan Angka
Kredit awal sampai dengan akhir |
|
|
3. |
Asli Scan SK Inpassing sampai dengan SK Pangkat/Golongan terakhir |
|
|
4. |
Asli Scan SKP dua tahun terakhir |
Contoh SKP |
|
5. |
Asli Scan Ijazah yang dimiliki (S1/D.IV, S2/Sp.1 dan S3/Sp.2) beserta
transkrip |
|
|
6. |
Asli Scan Surat permohonan dari Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta
(Rektor/Ketua/Direktur); |
|
|
7. |
Asli Scan Sertifikat Pendidik |
|
|
8. |
Asli Scan Surat Keputusan Ketua Yayasan sebagai Dosen Tetap |
Klik pengusulan
👇
Waktu Pelayanan
5 Hari Kerja
Daftar Persyaratan Yang Di Butuhkan
| 1. | Surat Keputusan Ketua Yayasan sebagai Dosen Tetap | |
| 2. | Kartu Tanda Penduduk | |
| 3. | Ijazah dan transkip yang dimiliki (S1/D.IV, S2/Sp.1 dan S3/Sp.2) | |
| 4. | Surat permohonan dari Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (Rektor/Ketua/Direktur) | Contoh Berkas |
| 5. | Surat Keputusan Jabatan Fungsional dari awal sampai akhir | |
| 6. | Surat Pernyataan Tidak Menduduki Jabatan | Contoh Berkas |
Pekerti dan Applied aproach/AA
Perbedaan antara pekerti dan pendekat
an terapan (applied approach) dalam konteks pendidikan atau pelatihan mengajar dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pekerti (Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional):
- Tujuan Utama:
Pekerti adalah program yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dasar para pengajar dalam teknik instruksional. Program ini berfokus pada pengembangan kemampuan mengajar secara umum, termasuk pemahaman tentang metode mengajar, perencanaan pembelajaran, dan teknik evaluasi.
- Pendekatan
Pekerti cenderung lebih teoretis dengan memberikan pemahaman dasar tentang bagaimana seharusnya proses belajar mengajar dilakukan. Program ini menekankan pentingnya memahami prinsip-prinsip pedagogis dan andragogis yang menjadi dasar dalam proses pembelajaran.
-Sasaran
Biasanya ditujukan untuk para dosen atau pengajar di perguruan tinggi atau institusi pendidikan tinggi lainnya yang ingin memperdalam keterampilan dasar mengajar.
2. Pendekatan Terapan (Applied Approach):
- Tujuan Utama:
Pendekatan terapan lebih berfokus pada penerapan praktis dari teori atau konsep tertentu dalam situasi atau konteks nyata. Pendekatan ini bertujuan untuk menghubungkan teori dengan praktik, sehingga apa yang dipelajari dapat langsung diterapkan dalam situasi yang relevan.
- Pendekatan
Lebih praktis dan kontekstual, di mana peserta pelatihan atau pembelajaran langsung mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dalam setting yang relevan. Pendekatan ini cenderung lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik atau masalah yang dihadapi di lapangan.
- Sasaran
Umumnya ditujukan untuk praktisi atau individu yang ingin menerapkan pengetahuan teoritis mereka dalam pekerjaan atau situasi sehari-hari. Pendekatan ini sering digunakan dalam pelatihan berbasis kompetensi atau pengembangan profesional di berbagai bidang.
Ringkasan:
- Pekerti
lebih fokus pada pengembangan keterampilan dasar mengajar secara teoritis.
- Pendekatan Terapan
lebih menekankan pada penerapan praktis dari teori yang dipelajari dalam konteks nyata.
Kedua pendekatan ini memiliki tujuan dan metode yang berbeda, namun keduanya penting dalam meningkatkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran.
4. Modul Ajar Unit 4 Discussion Text Carbon Footprints
4. Modul Ajar Unit 4 Discussion Text Carbon
Footprints Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd
Uraian Penjelasan
Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru untuk merancang proses
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam Unit
4, fokusnya adalah pada Discussion Text dengan topik Carbon
Footprints. Teks diskusi ini mengajak siswa untuk mengeksplorasi berbagai
perspektif mengenai jejak karbon dan dampaknya terhadap lingkungan.
Discussion Text adalah jenis teks yang menyajikan berbagai sudut pandang mengenai suatu
isu dengan tujuan memberikan gambaran yang seimbang kepada pembaca. Dalam konteks
ini, siswa diajak untuk memahami dan membahas isu jejak karbon dari berbagai
perspektif serta mengembangkan kemampuan analisis dan argumentasi mereka.
Struktur dan Konten Modul Ajar
1. Tujuan Pembelajaran
- Memahami
struktur dan ciri-ciri teks diskusi.
- Mengembangkan
kemampuan menulis teks diskusi.
- Menyadari
dan memahami dampak jejak karbon terhadap lingkungan.
2. Materi Pembelajaran
- Pengertian
Discussion Text
- Definisi
dan karakteristik teks diskusi.
- Struktur
Teks Discussion Text
- Issue:
Pengantar masalah yang dibahas.
- Arguments
for: Argumen yang mendukung isu.
- Arguments
against: Argumen yang menentang isu.
- Conclusion
or Recommendation: Kesimpulan atau rekomendasi berdasarkan argumen yang
telah dibahas.
- Carbon
Footprints
- Definisi
jejak karbon.
- Penyebab
dan dampak jejak karbon.
- Cara
mengurangi jejak karbon.
3. Kegiatan Pembelajaran
- Diskusi
Kelas
- Mendiskusikan
contoh-contoh teks diskusi.
- Mengidentifikasi
struktur dan ciri-ciri teks diskusi dari teks yang dibahas.
- Latihan
Menulis
- Menulis
teks diskusi dengan topik jejak karbon.
- Presentasi
hasil tulisan di depan kelas dan memberikan umpan balik.
- Studi
Kasus dan Debat
- Membahas
studi kasus tentang jejak karbon.
- Melakukan
debat kelas untuk mengeksplorasi berbagai perspektif mengenai isu jejak
karbon.
4. Penilaian
- Penilaian
Formatif
- Kuis dan
tes singkat mengenai struktur dan ciri-ciri teks diskusi.
- Penilaian
terhadap draft teks diskusi yang ditulis siswa.
- Penilaian
Sumatif
- Penilaian
akhir terhadap teks diskusi yang telah direvisi.
- Penilaian
partisipasi dan pemahaman siswa dalam diskusi dan debat.
Tabel Rangkuman Modul Ajar
|
Komponen |
Deskripsi |
|
Tujuan Pembelajaran |
·
Memahami teks diskusi ·
Mengembangkan keterampilan menulis ·
Menyadari dampak jejak karbon |
|
Materi Pembelajaran |
·
Pengertian dan karakteristik teks diskusi ·
Struktur teks diskusi ·
Definisi dan dampak jejak karbon |
|
Kegiatan Pembelajaran |
·
Diskusi kelas ·
Latihan menulis ·
Studi kasus dan debat |
|
Penilaian |
·
Formatif: Kuis, tes singkat, penilaian draft ·
Sumatif: Penilaian akhir teks, partisipasi
diskusi, debat |
Kesimpulan
Modul ajar ini dirancang untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan
siswa dalam menulis teks diskusi serta mengedukasi mereka mengenai isu jejak
karbon. Dengan pendekatan yang interaktif dan partisipatif, diharapkan siswa
dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis serta memahami
pentingnya mengurangi jejak karbon untuk keberlanjutan lingkungan.
KLIK VERSI WORD
4. Modul Ajar Unit 3 Hortatory Exposition Netiquette Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd
4. Modul Ajar Unit 3 Hortatory Exposition
Netiquette Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd
Uraian Penjelasan
Kurikulum Merdeka adalah inisiatif pendidikan di Indonesia yang menekankan pada kemandirian
dalam proses belajar mengajar, dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan
belajar yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa. Salah satu unit yang
diajarkan dalam kurikulum ini adalah mengenai Hortatory Exposition
dengan tema Netiquette.
Hortatory Exposition adalah jenis teks yang bertujuan untuk
mempengaruhi pembaca agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Teks ini
biasanya berisi argumen dan rekomendasi mengenai topik tertentu. Dalam konteks
tema Netiquette, hortatory exposition digunakan untuk mengedukasi dan
mendorong siswa memahami etika dalam berinternet dan berkomunikasi secara
daring.
Struktur dan Konten Modul Ajar
1. Tujuan Pembelajaran
- Memahami
dan mengidentifikasi ciri-ciri teks hortatory exposition.
- Mengembangkan
kemampuan menulis teks hortatory exposition.
- Menerapkan
prinsip-prinsip netiquette dalam kehidupan sehari-hari.
2. Materi Pembelajaran
- Pengertian
Hortatory Exposition
- Definisi
dan karakteristik teks hortatory exposition.
- Struktur
Teks Hortatory Exposition
- Thesis:
Pendapat penulis mengenai suatu isu.
- Arguments:
Alasan-alasan yang mendukung pendapat penulis.
- Recommendation:
Rekomendasi atau ajakan kepada pembaca untuk melakukan atau tidak
melakukan sesuatu.
- Netiquette
- Pengertian
netiquette (etika berinternet).
- Prinsip-prinsip
dasar netiquette.
- Pentingnya
netiquette dalam komunikasi digital.
3. Kegiatan Pembelajaran
- Diskusi
Kelas
- Mendiskusikan
contoh-contoh teks hortatory exposition.
- Mengidentifikasi
struktur dan ciri-ciri teks hortatory exposition dari teks yang dibahas.
- Latihan
Menulis
- Menulis
teks hortatory exposition dengan tema netiquette.
- Presentasi
hasil tulisan di depan kelas dan memberikan umpan balik.
- Studi
Kasus dan Role Play
- Membahas
studi kasus tentang pelanggaran netiquette.
- Role play
untuk mempraktikkan penerapan netiquette.
4. Penilaian
- Penilaian
Formatif
- Kuis dan
tes singkat mengenai struktur dan ciri-ciri teks hortatory exposition.
- Penilaian
terhadap draft teks hortatory exposition yang ditulis siswa.
- Penilaian
Sumatif
- Penilaian
akhir terhadap teks hortatory exposition yang telah direvisi.
- Penilaian
partisipasi dan pemahaman siswa dalam diskusi dan role play.
Tabel Rangkuman Modul Ajar
|
Komponen |
Deskripsi |
|
Tujuan Pembelajaran |
·
Memahami teks hortatory exposition ·
Mengembangkan keterampilan menulis ·
Menerapkan netiquette |
|
Materi Pembelajaran |
·
Pengertian dan karakteristik teks hortatory
exposition ·
Struktur teks hortatory exposition ·
Prinsip-prinsip netiquette |
|
Kegiatan Pembelajaran |
·
Diskusi kelas ·
Latihan menulis ·
Studi kasus dan role play |
|
Penilaian |
·
Formatif: Kuis, tes singkat, penilaian draft ·
Sumatif: Penilaian akhir teks, partisipasi
diskusi, role play |
Kesimpulan
Modul ajar ini dirancang untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan
siswa dalam menulis teks hortatory exposition serta mengedukasi mereka mengenai
pentingnya netiquette dalam komunikasi digital. Dengan pendekatan yang
interaktif dan partisipatif, diharapkan siswa dapat menginternalisasi
prinsip-prinsip netiquette dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
👇

