Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Tutorial Mudah Membuat Akun ORCID: ID Digital Wajib untuk Dosen Indonesia

Tutorial Mudah Membuat Akun ORCID: ID Digital Wajib untuk Dosen Indonesia

Halo Rekan Sejawat di Ruang Dosen!

Pernahkah Anda merasa pusing ketika karya ilmiah Anda tertukar dengan dosen lain yang memiliki nama mirip? Atau apakah Anda merasa repot harus menginput ulang daftar publikasi di berbagai platform seperti SINTA, Scopus, dan Publons?

Jika iya, solusi mutlak yang Anda butuhkan adalah ORCID (Open Researcher and Contributor ID).

ORCID menyediakan 16 digit nomor identitas digital unik yang membedakan Anda dari peneliti lain di seluruh dunia. Anggap saja ORCID ini seperti "KTP Elektronik" bagi para akademisi global. Kabar baiknya, SINTA sekarang juga sudah terintegrasi dengan ORCID, lho!

Yuk, simak panduan langkah demi langkah membuat akun ORCID berikut ini.

Langkah-Langkah Mendaftar Akun ORCID

Membuat ORCID sangat cepat, tidak sampai 5 menit. Ikuti panduan berikut:

Langkah 1: Buka Situs Resmi ORCID

  • Buka browser andalan Anda dan kunjungi laman https://orcid.org.

  • Buatakun Orcid
    Tangkapan Layar beranda Orcid


  • Di halaman utama, klik tombol "Sign In/Register" yang berada di pojok kanan atas.

  • Pilih opsi "Register now" untuk mulai membuat akun baru.

Langkah 2: Isi Data Diri (Personal Information)

Anda akan dipandu melalui 3 tahapan pengisian data:

  1. Nama & Email: Masukkan nama depan (First name), nama belakang (Last name), dan alamat email utama Anda.

    Tips Ruang Dosen: Sangat disarankan memasukkan email institusi (misal: nama@universitas.ac.id) sebagai email utama, dan email pribadi (Gmail/Yahoo) sebagai email sekunder agar Anda tidak kehilangan akses jika suatu saat berpindah institusi.

  2. Password: Buat kata sandi yang kuat (minimal 8 karakter, kombinasi huruf, angka, dan simbol).

  3. Visibilitas Akun: Anda akan diminta memilih siapa yang bisa melihat data Anda. Pilih "Everyone" (Publik) agar ID dan karya ilmiah Anda mudah dilacak oleh dikti, verifikator SINTA, maupun kolega internasional.

Langkah 3: Konfirmasi dan Centang Persetujuan

  • Centang kotak persetujuan mengenai syarat dan ketentuan (Terms of Use).

  • Selesaikan verifikasi reCAPTCHA (I'm not a robot).

  • Klik tombol "Register".

Langkah 4: Verifikasi Email Anda

  • Buka kotak masuk email yang Anda daftarkan tadi.

  • Cari pesan dari ORCID dan klik tautan "Verify your email address".

  • Selesai! Anda akan langsung diarahkan ke halaman dashboard dan melihat 16 digit nomor unik Anda (Contoh: 0000-0002-xxxx-xxxx).

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Punya Akun ORCID?

Mempunyai nomor ORCID barulah langkah awal. Agar akun Anda "hidup" dan bertenaga, lakukan dua hal penting ini:

  • Lengkapi Profil: Isi riwayat pendidikan (Education) dan tempat Anda mengajar saat ini (Employment).

  • Hubungkan Karya Ilmiah: Anda tidak perlu mengetik judul jurnal satu per satu. Gunakan fitur "Link Works" di bagian bawah profil Anda. Anda bisa mengimpor otomatis karya ilmiah Anda dari Scopus, CrossRef (DOI), atau Google Scholar.

Catatan Akhir: Jangan lupa untuk menyalin (copy) 16 digit ORCID iD Anda dan masukkan ke dalam profil SINTA Anda masing-masing agar sinkronisasi skor dan publikasi semakin lancar.

Semoga tutorial ini bermanfaat untuk meningkatkan visibilitas akademik kita semua. Jika ada langkah yang membingungkan, mari kita diskusikan di kolom komentar di bawah!

Salam Publikasi,

Tim Ruang Dosen



Tata Cara Pengisian BKD melalui SISTER

 Tata Cara Pengisian BKD melalui SISTER

Agenda Rapat Edukasi

Narasumber: Aco Nasir
Institusi: Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman)

 

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang

Beban Kerja Dosen (BKD) merupakan instrumen formal untuk memastikan bahwa dosen melaksanakan kewajiban tridarma perguruan tinggi secara proporsional dan terukur. Seiring kebijakan digitalisasi layanan pendidikan tinggi, pelaporan BKD kini dilakukan secara terintegrasi melalui SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pemahaman yang tidak utuh terhadap mekanisme SISTER sering menimbulkan kesalahan pengisian, data tidak sinkron, hingga keterlambatan penilaian BKD. Oleh karena itu, rapat edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman praktis dan sistematis tentang tata cara pengisian BKD melalui SISTER, khususnya bagi dosen Universitas Al Asyariah Mandar.

2. Tujuan Materi

Materi ini disusun untuk:

  • Memberikan pemahaman konseptual tentang BKD dan posisinya dalam sistem SISTER
  • Menjelaskan alur dan tahapan pengisian BKD secara benar
  • Mengurangi kesalahan umum dalam pelaporan BKD
  • Menyeragamkan praktik pengisian BKD di lingkungan Unasman

 


B. Konsep Dasar BKD

1. Pengertian BKD

Beban Kerja Dosen (BKD) adalah akumulasi tugas dosen dalam satu semester yang mencakup pelaksanaan:

  • Pendidikan dan Pengajaran
  • Penelitian
  • Pengabdian kepada Masyarakat
  • Penunjang Tridarma

BKD diukur dalam satuan SKS dengan ketentuan minimal dan maksimal sesuai peraturan perundang-undangan.

2. Dasar Hukum

Pelaksanaan dan pelaporan BKD mengacu pada:

·         UU No. 14 Tahun 2005 (Guru dan Dosen)

·         PP No. 37 Tahun 2009 jo. PP No. 19 Tahun 2017

·         Permendikbud tentang SN-Dikti

·         Permenristekdikti tentang Tunjangan Profesi Dosen

·         Pedoman Operasional BKD (Ditjen Dikti)

·         Kebijakan SISTER

·         Peraturan Internal Perguruan Tinggi

 

C. Pengenalan SISTER

1. Apa itu SISTER?

SISTER adalah sistem terintegrasi yang memuat data dosen secara nasional, meliputi:

  • Data identitas dan kepegawaian
  • Riwayat pendidikan
  • Riwayat jabatan fungsional
  • Kegiatan tridarma
  • Pelaporan BKD dan penilaian

2. Peran SISTER dalam BKD

Dalam konteks BKD, SISTER berfungsi sebagai:

  • Media input dan dokumentasi kegiatan dosen
  • Basis penilaian oleh asesor BKD
  • Sumber data untuk keperluan serdos, jabatan fungsional, dan pelaporan institusi

 

D. Persiapan Sebelum Mengisi BKD

Sebelum melakukan pengisian BKD di SISTER, dosen perlu memastikan:

  1. Akun SISTER Aktif
    Login berhasil menggunakan akun resmi dosen.
  2. Data Dasar Lengkap dan Valid
    • Identitas dosen
    • Status kepegawaian
    • Homebase dan unit kerja
  3. Data Tridarma Sudah Diinput
    BKD tidak diinput dari nol, tetapi ditarik dari data kegiatan tridarma yang telah diisikan sebelumnya.
  4. Dokumen Pendukung Siap
    SK mengajar, surat tugas, sertifikat, laporan kegiatan, atau bukti lain dalam format digital.

 

E. Alur Pengisian BKD melalui SISTER

1. Login ke SISTER

  • Akses laman resmi SISTER

Cara Pengisian BKD 


  • Masuk menggunakan akun dosen

2. Memilih Menu BKD

  • Pilih menu BKD & Penilaian
  • Pilih semester dan tahun akademik yang akan dilaporkan

Cara Pengisian BKD 


3. Penarikan Data Kegiatan

SISTER secara otomatis menampilkan:

  • Kegiatan pendidikan dan pengajaran
  • Kegiatan penelitian
  • Kegiatan pengabdian
  • Kegiatan penunjang

Dosen perlu:

  • Mengecek kesesuaian kegiatan
  • Menghapus kegiatan yang tidak relevan
  • Menambahkan kegiatan jika belum muncul (melalui menu tridarma)

4. Pengelompokan Kegiatan

Setiap kegiatan harus ditempatkan pada unsur BKD yang tepat:

  • Utama (pendidikan, penelitian, pengabdian)
  • Penunjang

5. Perhitungan SKS

Pastikan total SKS:

  • Memenuhi ketentuan minimal
  • Tidak melebihi batas maksimal
  • Proporsional antar unsur tridarma

 

F. Unggah dan Validasi Bukti

1. Prinsip Bukti BKD

Bukti harus:

  • Relevan dengan kegiatan
  • Sah dan dapat diverifikasi
  • Sesuai dengan periode pelaporan

2. Contoh Bukti

  • Pendidikan: SK mengajar, jadwal kuliah
  • Penelitian: surat tugas, artikel, LoA
  • Pengabdian: laporan kegiatan, SK
  • Penunjang: sertifikat, SK kepanitiaan

3. Kesalahan Umum

  • Bukti tidak sesuai kegiatan
  • Dokumen buram/tidak terbaca
  • Mengunggah bukti yang sama untuk kegiatan berbeda

 

G. Finalisasi dan Pengajuan BKD

  1. Pemeriksaan Mandiri
    Pastikan seluruh kegiatan dan bukti telah benar.
  2. Pengajuan BKD
    Klik tombol ajukan untuk proses penilaian.
  3. Monitoring Status
    Pantau status BKD:
    • Diajukan
    • Dikoreksi
    • Disetujui
  4. Revisi (jika ada)
    Lakukan perbaikan sesuai catatan asesor.

 

H. Peran Asesor dan Institusi

  • Asesor menilai kesesuaian kegiatan, SKS, dan bukti
  • Institusi memastikan sinkronisasi data dan kepatuhan regulasi
  • Komunikasi aktif dosen–asesor sangat menentukan kelancaran BKD

 

I. Tips Praktis Pengisian BKD

  • Input kegiatan tridarma secara rutin, jangan menunggu akhir semester
  • Simpan bukti kegiatan dalam folder terstruktur
  • Gunakan nomenklatur kegiatan yang jelas dan konsisten
  • Koordinasi dengan operator SISTER bila ada kendala teknis

 

J. Penutup

Pengisian BKD melalui SISTER bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang akuntabel dan profesional. Dengan pemahaman yang tepat dan pengisian yang tertib, dosen tidak hanya mempermudah proses evaluasi, tetapi juga menyiapkan data akademik yang kuat untuk pengembangan karier ke depan.

 

Terima kasih
Semoga materi ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan praktis bagi seluruh dosen Universitas Al Asyariah Mandar.

 

cara membuat akun SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) untuk dosen secara runtut.

SISTER

Buat Akun Sister

Catatan: SISTER adalah sistem yang dikelola oleh Kemendikbudristek untuk mengelola data dosen dan tenaga kependidikan. Biasanya akses akun disiapkan atau diverifikasi oleh operator SDM/PT masing-masing.

Tutorial Lengkap Membuat Akun SISTER untuk Dosen

SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) adalah sistem yang dikelola oleh Kemendikbudristek untuk mengelola data dosen dan tenaga kependidikan secara nasional. Melalui platform ini, dosen dapat menyimpan riwayat pendidikan, penelitian, publikasi, kegiatan pengabdian, hingga mengajukan kenaikan jabatan fungsional secara daring.

Walaupun sistem ini terintegrasi secara nasional, biasanya akses akun SISTER disiapkan atau diverifikasi oleh operator SDM di perguruan tinggi masing-masing. Oleh karena itu, proses pendaftaran membutuhkan beberapa langkah khusus.

Berikut panduan langkah demi langkah membuat akun SISTER.

1. Siapkan Data & Dokumen

Sebelum memulai proses pendaftaran, pastikan Anda sudah menyiapkan:

  • NIDN/NIDK (Nomor Induk Dosen Nasional/Khusus)

  • Email aktif (disarankan email institusi agar lebih resmi)

  • Nomor HP aktif

  • Scan KTP

  • Scan SK CPNS/Pegawai atau SK Dosen Tetap

  • Pas foto terbaru (latar belakang polos, format JPG/PNG)

Dokumen yang lengkap akan mempermudah proses aktivasi akun.

2. Akses Portal SISTER 

Anda dapat membuka:

  • SISTER Nasional: SISTER | Beranda

  • SISTER Kampus: misalnya https://sister.kemdiktisaintek.go.id/beranda 

  • 💡 Tips: Gunakan browser Google Chrome atau Microsoft Edge agar semua fitur dapat berjalan lancar.

3. Pilih Menu Registrasi

Di halaman utama SISTER, cari tombol "Buat Akun" atau "Registrasi".
Biasanya menu ini berada tepat di bawah form login.

4. Isi Form Registrasi

Lengkapi semua kolom pendaftaran, termasuk:

  • Pilihan Perguruan Tinggi

  • NIDN/NIDK

  • Nama lengkap sesuai KTP/SK

  • Email aktif

  • Nomor HP

  • Password yang kuat (minimal 8 karakter, gabungan huruf besar, huruf kecil, dan angka)

Jangan lupa centang pernyataan kebenaran data sebelum melanjutkan.

5. Verifikasi Email

Sistem akan mengirimkan link aktivasi ke alamat email Anda.
Klik link tersebut untuk mengaktifkan akun.

Jika email tidak ditemukan di inbox, periksa folder Spam/Junk.

6. Login ke SISTER

Kembali ke halaman login, masukkan email/NIDN dan password yang sudah dibuat.

Pada login pertama, SISTER biasanya meminta Anda melengkapi data profil, meliputi:

  • Data personal

  • Riwayat pendidikan

  • Publikasi ilmiah

  • Aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat

7. Konfirmasi ke Operator SDM Kampus

Walaupun sudah mendaftar, akun baru tidak akan aktif sepenuhnya sebelum diverifikasi oleh admin SISTER perguruan tinggi.

Segera hubungi bagian SDM atau kepegawaian kampus Anda untuk meminta proses verifikasi.

8. Mulai Gunakan SISTER

Setelah akun aktif, Anda dapat:

  • Mengunggah riwayat pendidikan dan jabatan fungsional

  • Mencatat publikasi, penelitian, dan kegiatan pengabdian

  • Mengajukan kenaikan jabatan fungsional

  • Melakukan sinkronisasi data dengan PDDIKTI


Kesimpulan:

Membuat akun SISTER memang membutuhkan beberapa langkah administratif, tetapi sistem ini sangat membantu dosen dalam mengelola portofolio akademik secara terpusat. Dengan data yang selalu diperbarui, proses pengajuan jabatan atau sertifikasi dosen akan jauh lebih cepat dan efisien. 




Baru Jadi Dosen? Ini Cara Membuat dan Mengelola Akun Google Scholar

Panduan Lengkap Google Scholar untuk Dosen Pemula

ISI :

  • Cara membuat akun Google Scholar
  • Tips mengelola profil dan afiliasi
  • Cara menambahkan artikel secara manual dan otomatis
  • Menjelaskan manfaat memiliki profil yang terverifikasi

 “Baru Jadi Dosen? Ini Cara Membuat dan Mengelola Akun Google Scholar”

Google Scholar telah menjadi salah satu platform yang paling penting bagi dosen, peneliti, dan akademisi dalam mengelola dan mempublikasikan karya ilmiah secara daring. Di era digital ini, memiliki profil Google Scholar yang lengkap dan profesional tidak hanya mencerminkan reputasi akademik seseorang, tetapi juga mempermudah proses evaluasi kinerja dosen, kenaikan jabatan fungsional, hingga akses terhadap peluang kolaborasi riset nasional maupun internasional.

Bagi dosen pemula, mungkin masih ada kebingungan tentang bagaimana cara membuat, mengelola, dan memanfaatkan Google Scholar secara optimal. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap yang praktis dan mudah dipahami.

 


Apa Itu Google Scholar?

Google Scholar adalah mesin pencari khusus dari Google yang digunakan untuk menelusuri literatur ilmiah, seperti artikel jurnal, tesis, buku, laporan konferensi, dan publikasi akademik lainnya. Selain itu, Google Scholar juga menyediakan fitur pembuatan profil akademik pribadi yang menampilkan daftar publikasi dan metrik kutipan (citation metrics) seperti h-index dan i10-index.

 

1. Cara Membuat Akun Google Scholar

Langkah pertama tentu adalah membuat akun Google Scholar. Berikut langkah-langkahnya:

a. Siapkan Akun Google (Gmail)

Karena Google Scholar terintegrasi dengan akun Google, Anda harus memiliki akun Gmail terlebih dahulu. Disarankan untuk menggunakan akun email institusi agar terlihat profesional.

b. Masuk ke Google Scholar

Buka laman  https://scholar.google.com  dan klik tautan "My profile" di bagian kanan atas. Anda akan diminta untuk login menggunakan akun Gmail Anda.



c. Isi Data Diri

Isi data seperti:

·         Nama lengkap

·         Afiliasi institusi (misalnya: Universitas Al Asyariah Mandar )

·         Email institusi (.ac.id) untuk verifikasi

·         Bidang keahlian (gunakan kata kunci yang relevan)

·         URL laman institusi (jika ada)

d. Tambahkan Foto Profil

Pilih foto profesional yang mencerminkan kredibilitas Anda sebagai dosen.

 

2. Mengelola Profil dan Afiliasi

Setelah akun dibuat, Anda perlu melakukan pengelolaan agar profil terlihat profesional dan kredibel.

a. Verifikasi Email Institusi

Verifikasi email institusi penting agar profil Anda muncul sebagai "terverifikasi" dan lebih terpercaya. Masukkan email institusi Anda di pengaturan dan klik link verifikasi yang dikirim ke email Anda.

b. Pastikan Nama dan Afiliasi Sesuai

Gunakan nama akademik yang konsisten di semua publikasi. Pastikan afiliasi tertulis lengkap dan benar, termasuk fakultas dan institusi.

c. Gunakan Kata Kunci yang Tepat

Pilih 3-5 kata kunci yang menggambarkan bidang penelitian Anda, seperti: "linguistik terapan", "pendidikan dasar", "ekonomi mikro", dll. Kata kunci ini memudahkan orang lain menemukan profil Anda.

 

3. Menambahkan Artikel ke Google Scholar

Google Scholar biasanya akan menambahkan artikel Anda secara otomatis jika sudah dipublikasikan di jurnal online yang terindeks. Namun, Anda juga dapat menambahkan secara manual.

a. Penambahan Otomatis

Setelah membuat profil, Google Scholar akan menyarankan daftar publikasi yang mungkin milik Anda. Anda bisa memilih mana yang ingin ditambahkan.

Tips: Periksa secara berkala artikel yang ditambahkan Google Scholar secara otomatis. Kadang bisa ada artikel yang salah atribusi (bukan milik Anda).

b. Penambahan Manual

Jika artikel Anda belum muncul, ikuti langkah berikut:

1.      Masuk ke akun Google Scholar Anda

2.      Klik tanda "+" lalu pilih "Add article manually"

3.      Isi informasi lengkap seperti judul, penulis, jurnal, tahun, volume, halaman, dan URL jika ada

4.      Klik "Save"

Gunakan format yang rapi dan sesuai dengan publikasi aslinya untuk memudahkan pengindeksan.

c. Mengedit dan Menghapus Artikel

Jika ada kesalahan atau duplikasi:

·         Klik ikon pensil untuk mengedit

·         Klik "Merge" untuk menggabungkan artikel duplikat

·         Klik "Delete" untuk menghapus yang tidak relevan

 

4. Manfaat Memiliki Profil Google Scholar yang Terverifikasi

a. Meningkatkan Kredibilitas Akademik

Profil yang lengkap dan terverifikasi menunjukkan eksistensi dan kontribusi Anda dalam dunia akademik, baik di dalam maupun luar negeri.

b. Memudahkan Pelaporan Kinerja

Data di Google Scholar dapat digunakan sebagai rujukan cepat saat menyusun laporan BKD, LKD, SISTER, atau PAK.

c. Memperluas Jejaring Ilmiah

Peneliti lain dapat menemukan Anda dan membaca karya-karya Anda dengan mudah. Ini membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama.

d. Akses Metrik Akademik

Anda dapat melihat:

·         Jumlah total kutipan

·         H-index: mencerminkan produktivitas dan pengaruh Anda

·         i10-index: jumlah artikel yang dikutip minimal 10 kali

Data ini sering dijadikan pertimbangan dalam evaluasi akademik atau seleksi hibah.

e. Memudahkan Mahasiswa Mengakses Karya Dosen

Profil yang aktif memudahkan mahasiswa mencari referensi dan memahami topik yang dikuasai dosennya.

 

Tips Tambahan

·         Perbarui secara berkala: Periksa profil Anda setiap beberapa bulan untuk memastikan semua data terbaru sudah masuk.

·         Gunakan nama yang konsisten: Hindari menggunakan variasi nama yang membingungkan, misalnya kadang "Ahmad R. Yani" dan kadang "A.R. Yani".

·         Integrasi dengan ORCID dan SINTA: Pastikan profil Anda selaras dengan database lain seperti ORCID, SINTA, dan Scopus.

 

Penutup

Google Scholar bukan sekadar mesin pencari, tapi juga etalase digital yang menampilkan rekam jejak akademik Anda. Bagi dosen pemula, membangun profil Google Scholar adalah langkah awal yang strategis untuk menunjukkan kompetensi, membangun jejaring, dan mempermudah pengelolaan portofolio ilmiah.

Jangan ragu untuk mulai sekarang. Buat akun Anda, isi data dengan cermat, kelola secara rutin, dan biarkan karya ilmiah Anda menjangkau lebih banyak pembaca di seluruh dunia.

"Ilmu tanpa publikasi seperti harta karun yang terkubur. Google Scholar adalah salah satu cara menggali dan membagikannya."

Membuat Kuis Interaktif dengan Kahoot atau Quizizz

Membuat Kuis Interaktif dengan Kahoot atau Quizizz
Teknologi Pendidikan,

Bikin Mahasiswa Semangat Ngerjain Soal, Bukan Malah Ngantuk!

Halo, Sobat Edukreatif! 👩🏫👨🏫

Siapa bilang kuis harus selalu tegang, membosankan, dan bikin kepala cenat-cenut? Di era digital kayak sekarang, bikin kuis itu bisa jadi pengalaman yang seru, penuh tawa, dan tetap edukatif. Apalagi kalau kamu pakai platform keren seperti Kahoot dan Quizizz.

Dua alat ini bukan cuma populer di kalangan guru SD atau SMP, tapi juga makin ngehits di dunia perkuliahan. Dosen dan mahasiswa mulai akrab dengan istilah "kuis interaktif" yang bisa dimainkan secara langsung di kelas, bahkan dari HP masing-masing.

Nah, di artikel ini kita akan bahas dengan gaya santai dan nonformal tentang:

·         Apa sih itu Kahoot dan Quizizz?

·         Kenapa dua platform ini cocok banget buat dunia kuliah?

·         Gimana cara bikin kuis interaktif yang seru dan tetap bermutu?

·         Tips-tips ampuh biar kuis kamu nggak garing dan malah bikin ketagihan!

 

Kenalan Dulu: Kahoot vs. Quizizz

Kita mulai dari perkenalan, ya. Biar tahu siapa mereka, dan kenapa kamu perlu coba pakai salah satunya (atau dua-duanya sekaligus!).

🌟 Kahoot

Kahoot adalah platform kuis berbasis permainan (game-based learning). Dosen atau guru membuat pertanyaan, lalu mahasiswa menjawab secara langsung menggunakan perangkat masing-masing — bisa lewat HP, laptop, atau tablet.

Yang bikin seru: ada musik, warna-warna cerah, dan skor real-time yang bikin gregetan!

Biasanya digunakan untuk:

·         Ice breaking di awal atau akhir kelas

·         Review materi sebelum ujian

·         Quiz mingguan yang menyenangkan

🌟 Quizizz

Mirip seperti Kahoot, tapi dengan beberapa fitur tambahan. Di Quizizz, mahasiswa bisa:

·         Menjawab soal dengan kecepatan masing-masing (tidak harus real-time)

·         Mendapatkan feedback langsung

·         Main dalam mode langsung (live) atau mode tugas (homework)

Quizizz juga punya leaderboard, skor, meme lucu, dan bisa digunakan tanpa harus login ribet-ribet.

 

Kenapa Harus Bikin Kuis Interaktif?

Yuk kita jujur-jujuran. Pernah nggak, kamu ngasih kuis ke mahasiswa dan hasilnya... yah, kurang menggembirakan? Atau mereka jawab asal-asalan, tanpa semangat?

Nah, kuis interaktif bisa mengubah situasi itu. Ini beberapa alasan kenapa Kahoot dan Quizizz layak jadi teman ngajar kamu:

1.      Meningkatkan partisipasi mahasiswa

2.      Membangkitkan antusiasme dan kompetisi sehat

3.      Mempermudah dosen mengukur pemahaman materi

4.      Hasil kuis bisa langsung dilihat dan dievaluasi

5.      Bikin kelas terasa hidup dan menyenangkan

 

Langkah Mudah Membuat Kuis di Kahoot

Langsung aja ke praktik, ya. Ini langkah-langkah membuat kuis di Kahoot:

Langkah Mudah Membuat Kuis di Kahoot
Langkah Mudah Membuat Kuis di Kahoot


1.      Buka situs kahoot.com dan login
Bisa pakai akun Google kamu. Pilih peranmu sebagai “Teacher” atau “Higher Education.”

2.      Klik “Create” dan pilih “New Kahoot”
Mulailah membuat kuis. Tulis pertanyaan, masukkan jawaban (pilihan ganda), lalu pilih mana yang benar.

3.      Tambah gambar atau video
Biar lebih menarik, kamu bisa tambahkan ilustrasi atau klip video pendek.

4.      Atur waktu menjawab
Misalnya 20 detik per soal. Jangan terlalu cepat, jangan juga terlalu lama.

5.      Simpan dan siap mainkan
Setelah selesai, kamu tinggal klik “Start” dan bagikan PIN ke mahasiswa. Mereka bisa masuk lewat kahoot.it.

💡 Pro Tips:

·         Gunakan pertanyaan yang ringan di awal untuk pemanasan.

·         Sisipkan soal lucu atau nyeleneh buat jaga mood.

·         Ajak mahasiswa bikin Kahoot juga sebagai tugas!

 

Cara Gampang Bikin Kuis di Quizizz

Sekarang kita coba bikin kuis di Quizizz. Ini dia caranya:

Cara Gampang Bikin Kuis di Quizizz
Cara Gampang Bikin Kuis di Quizizz


1.      Masuk ke quizizz.com dan login
Gunakan akun Google atau daftar manual. Pilih peran sebagai pengajar.

2.      Klik “Create” dan pilih “Quiz”
Masukkan judul kuis, lalu mulai buat soal-soalnya.

3.      Pilih tipe soal
Bisa pilihan ganda, benar/salah, fill in the blank, atau soal terbuka.

4.      Tambahkan gambar, timer, dan pengaturan skor
Kamu bisa juga atur waktu, skor poin, dan bahkan meme yang muncul setelah jawab soal.

5.      Simpan dan bagikan
Bisa dimainkan secara langsung (live) atau dikirim sebagai “homework” dengan batas waktu tertentu.

💡 Bonus Fitur:

·         Quizizz menyediakan bank soal yang bisa kamu ambil (reuse).

·         Hasil langsung bisa diunduh dalam bentuk Excel.

·         Bisa diintegrasikan ke Google Classroom dan LMS lainnya.

 

Tips Biar Kuis Kamu Makin Kece

Biar kuis kamu nggak “b aja”, yuk simak beberapa tips biar makin interaktif dan disukai mahasiswa:

1. Campur Soal Serius dan Soal Ringan

Misalnya: 7 soal tentang materi kuliah, 3 soal bonus lucu (contoh: "Dosen kita suka ngopi di...?" atau "Motto hidup kamu adalah...?").

2. Gunakan Timer yang Pas

Timer terlalu cepat bikin mahasiswa panik. Timer terlalu lama bikin mereka ngantuk. Atur di kisaran 15–30 detik per soal.

3. Kuis Bisa Jadi Diskusi

Setelah kuis selesai, kamu bisa bahas pertanyaan yang salah paling banyak dijawab. Ini bisa jadi titik diskusi yang menarik.

4. Beri Hadiah Kecil

Nggak harus barang mahal. Cukup pujian, “Mahasiswa Terkece Hari Ini,” atau upload nama di leaderboard LMS kamu. Bisa juga kirim stiker digital.

5. Ajak Mahasiswa Bikin Kuis Balasan

Biar nggak dosen aja yang aktif, coba kasih tugas: “Buat kuis tentang materi minggu ini, lalu tantang teman-temanmu!” Dijamin seru!

 

Contoh Soal Kuis yang Asyik

Topik: Teori Sosiologi

Soal: Apa itu konsep "anomie" menurut Emile Durkheim?
A. Kehilangan norma
B. Solidaritas mekanik
C. Interaksi simbolik
D. Teori konflik

Soal bonus: Siapa tokoh yang paling mirip dengan gaya berpikir Durkheim?
A. Mario Teguh
B. Max Weber
C. Koko Edho Zell
D. Karl Marx

Lihat? Serius dan santai bisa digabung, dan mahasiswa jadi lebih mudah menyerap isi materinya!

 

Belajar Nggak Harus Selalu Kaku

Di dunia pendidikan tinggi, sering kali kita terjebak dalam pola pikir bahwa belajar harus serius, sunyi, dan bikin pusing. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, belajar bisa jadi kegiatan yang menyenangkan, dinamis, bahkan bikin ketawa bareng.

Kahoot dan Quizizz adalah dua dari banyak alat yang bisa bantu dosen dan mahasiswa menciptakan atmosfer belajar yang segar. Tinggal klik, ketik, dan boom — kelas kamu jadi kompetisi seru berisi ilmu!


 

👁️ Paling Banyak Dibaca

📊 Trending di Blog Ini