Klaster 3: Publikasi Ilmiah
13. 20 Kesalahan
yang Menyebabkan Artikel Ditolak Jurnal
Pendahuluan:
Mengapa Banyak Artikel Berakhir Ditolak?
Setiap peneliti, baik mahasiswa, dosen muda, maupun peneliti
berpengalaman, pasti pernah merasakan rasa kecewa saat menerima email dari redaksi
jurnal yang berisi kalimat: “Naskah Anda tidak dapat kami terima untuk
diterbitkan.” Rasanya usaha selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun
seolah terbuang percuma.
Dalam dunia publikasi ilmiah yang semakin ketat
persaingannya, angka penolakan bisa mencapai 60% hingga 80% bahkan lebih
untuk jurnal-jurnal bereputasi seperti yang terindeks Sinta, Scopus, atau Web
of Science. Namun tahukah Anda? Sebagian besar penolakan bukan karena isi
penelitiannya buruk atau datanya salah, melainkan karena kesalahan teknis,
penulisan, atau strategi yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.
Sebagai bagian dari Klaster 3: Publikasi Ilmiah,
memahami apa saja penyebab utama penolakan adalah bekal paling penting agar
usaha Anda tidak sia-sia. Artikel ini akan membahas 20 kesalahan paling sering
terjadi, disertai penjelasan sederhana dan cara menghindarinya, sehingga
peluang artikel Anda diterima akan meningkat drastis.
20 Kesalahan Utama
Penyebab Artikel Ditolak
Berikut adalah daftar lengkapnya, dikelompokkan agar lebih
mudah dipahami:
📌 Kelompok Kesalahan Strategi dan
Kesesuaian
1. Topik Tidak Sesuai dengan Cakupan Jurnal
Ini adalah penyebab nomor satu. Setiap jurnal memiliki ruang
lingkup bahasan (Aims and Scope) yang jelas. Jika artikel Anda membahas
pertanian namun dikirim ke jurnal kesehatan, editor langsung menolaknya tanpa
dibaca lebih lanjut.
✅ Cara menghindari: Baca panduan penulis secara
teliti sebelum mengirim, pastikan topik Anda tercantum dalam daftar bahasan
jurnal tersebut.
2. Tidak Ada Kebaruan atau Kontribusi Ilmiah
Artikel hanya mengulang teori yang sudah ada, tidak memiliki
temuan baru, atau hanya mengkonfirmasi hasil penelitian lama tanpa memberikan
pandangan baru. Jurnal membutuhkan karya yang bisa memperkaya ilmu pengetahuan,
bukan sekadar latihan menulis.
✅ Cara menghindari: Jelaskan dengan tegas di
bagian pendahuluan apa yang menjadi celah penelitian dan apa kontribusi khusus
karya Anda.
3. Desain Penelitian Lemah atau Tidak Jelas
Metode yang digunakan tidak sesuai dengan tujuan penelitian,
ukuran sampel terlalu kecil, teknik pengambilan data tidak tepat, atau analisis
statistik salah. Ini membuat hasil penelitian tidak bisa dipercaya.
✅ Cara menghindari: Konsultasikan desain
penelitian dengan pakar atau gunakan referensi metode yang sudah teruji secara
luas.
4. Hasil Penelitian Tidak Signifikan
Data yang disajikan tidak mendukung kesimpulan, atau
perbedaan yang ditemukan terlalu kecil hingga tidak memiliki makna ilmiah.
Kesimpulan sering kali dibuat melebihi batas yang didukung oleh data.
✅ Cara menghindari: Buat kesimpulan yang
sederhana dan hanya merujuk pada apa yang benar-benar terlihat dalam data.
📌 Kelompok Kesalahan Struktur dan
Penyajian
5. Struktur
Artikel Tidak Mengikuti Standar
Artikel tidak disusun sesuai format IMRaD, bagian tercampur
aduk, atau ada bagian penting yang hilang. Hal ini membuat peninjau kesulitan
mengikuti alur pikiran penulis.
✅ Cara menghindari: Gunakan kerangka baku dan
sesuaikan urutan bab sesuai petunjuk yang ditetapkan jurnal tujuan.
6. Panjang Naskah
Terlalu Pendek atau Terlalu Panjang
Ada jurnal yang membatasi jumlah kata antara 4.000–6.000
kata. Jika dikirim hanya 2.000 kata atau malah mencapai 12.000 kata, naskah
langsung ditolak.
✅ Cara menghindari: Hitung jumlah kata secara
teliti sebelum mengirim, pangkas bagian yang tidak perlu atau tambahkan
pembahasan jika masih kurang.
7. Penulisan
Abstrak Tidak Memadai
Abstrak hanya berisi latar belakang tanpa tujuan, metode,
hasil, dan kesimpulan. Karena abstrak adalah bagian pertama yang dibaca, jika
buruk kesan awal pun menjadi negatif.
✅ Cara menghindari: Tulis abstrak terakhir kali
setelah seluruh naskah selesai, dan pastikan memuat keempat unsur utama secara
ringkas.
8. Kajian Pustaka
Tidak Terarah atau Ketinggalan Zaman
Daftar pustaka hanya berisi buku teks lama, tidak ada
referensi dari jurnal terbaru, atau tidak menunjukkan hubungan antara
penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini.
✅ Cara menghindari: Gunakan minimal 70% referensi
terbitan 5–10 tahun terakhir dan tuliskan dalam bentuk sintesis, bukan sekadar
daftar rangkuman.
9. Pembahasan
Terlalu Lemah atau Berulang
Bagian ini hanya mengulang kembali apa yang sudah tertulis di
bagian hasil, tanpa menjelaskan makna data, tidak membandingkan dengan temuan
peneliti lain, dan tidak membahas implikasi hasil.
✅ Cara menghindari: Fokus jawab pertanyaan: “Apa
arti temuan ini? Mengapa hal ini terjadi? Apa bedanya dengan penelitian lain?”
10. Kesimpulan
Tidak Jelas atau Berlebihan
Kesimpulan mengandung hal yang tidak dibahas di dalam naskah,
atau terlalu singkat sehingga tidak memberikan jawaban atas tujuan penelitian.
✅ Cara menghindari: Susun kesimpulan sebagai
jawaban langsung dari rumusan masalah, tanpa menambahkan informasi baru.
📌 Kelompok Kesalahan Bahasa dan
Etika Penulisan
11. Tingkat
Kemiripan atau Plagiarisme Tinggi
Ini adalah kesalahan paling fatal. Baik menyalin karya orang
lain tanpa izin maupun menyalin karya sendiri yang sudah pernah diterbitkan (plagiarisme
diri) tetap dianggap pelanggaran.
✅ Cara menghindari: Lakukan pengecekan
orisinalitas menggunakan Turnitin atau iThenticate, usahakan tingkat kemiripan
di bawah 20–25%.
12. Bahasa yang
Buruk dan Tidak Baku
Kalimat berbelit-belit, tata bahasa kacau, banyak salah
ketik, atau penggunaan istilah yang tidak konsisten. Jika peninjau harus terus
menerus menerjemahkan kalimat, mereka akan berhenti membaca.
✅ Cara menghindari: Periksa ulang naskah
berkali-kali, minta bantuan teman atau layanan penyuntingan bahasa jika
diperlukan.
13. Gaya Sitasi
dan Daftar Pustaka Tidak Konsisten
Menggunakan lebih dari satu gaya penulisan sitasi dalam satu
naskah, atau penulisan referensi tidak sesuai standar yang diminta jurnal (APA,
Vancouver, dll).
✅ Cara menghindari: Gunakan aplikasi pengelola
referensi seperti Mendeley atau Zotero agar format otomatis dan seragam.
14. Data, Tabel,
dan Gambar Tidak Jelas
Angka dalam tabel tidak sesuai dengan yang ditulis di teks,
gambar buram, atau tidak ada keterangan yang cukup untuk memahami isinya.
✅ Cara menghindari: Pastikan semua data
terverifikasi, beri judul dan nomor yang jelas, serta rujuk tabel/gambar
tersebut dalam uraian teks.
15. Tidak
Menyebutkan Keterbatasan Penelitian
Penulis bertindak seolah hasil penelitiannya sempurna dan
bisa berlaku untuk semua kondisi, padahal setiap penelitian pasti memiliki
keterbatasan ruang lingkup, waktu, atau metode.
✅ Cara menghindari: Jujur tuliskan bagian ini,
justru ini menunjukkan kedewasaan berpikir ilmiah.
📌 Kelompok Kesalahan Administrasi
dan Prosedur
16. Tidak
Melengkapi Dokumen Pendukung
Lupa melampirkan surat pengantar, pernyataan keaslian karya,
atau dokumen lain yang diminta dalam panduan penulis.
✅ Cara menghindari: Buat daftar ceklis dokumen
yang harus dikirim dan pastikan semua terpenuhi sebelum proses pengiriman.
17. Mengirim ke
Lebih dari Satu Jurnal Sekaligus
Mengirim naskah yang sama ke beberapa jurnal dalam waktu
bersamaan adalah pelanggaran etika yang serius. Jika ketahuan, nama penulis
bisa masuk daftar hitam.
✅ Cara menghindari: Kirim satu per satu. Jika
ditolak, baru lanjutkan ke jurnal berikutnya.
18. Tidak
Menanggapi Komentar Peninjau dengan Baik
Jika artikel dikembalikan untuk diperbaiki, penulis hanya
mengubah sedikit saja tanpa menjawab setiap pertanyaan, atau malah menentang
pendapat peninjau dengan nada emosional.
✅ Cara menghindari: Tanggapi setiap poin
komentar dengan sopan, jelaskan alasan jika ada bagian yang tidak bisa diubah,
dan tunjukkan perubahan yang dilakukan.
19. Mengabaikan
Instruksi Khusus Jurnal
Misalnya jurnal meminta abstrak dalam dua bahasa, namun
penulis hanya mengirim satu bahasa saja, atau tidak mengikuti aturan jenis
huruf dan ukuran halaman.
✅ Cara menghindari: Anggap panduan penulis
sebagai peraturan utama yang harus dipatuhi secara mutlak.
20. Tidak Ada
Jaminan Keaslian dan Izin Penelitian
Untuk penelitian yang melibatkan manusia, hewan, atau data
lembaga, tidak melampirkan surat persetujuan etika atau izin pengambilan data.
✅ Cara menghindari: Lengkapi semua dokumen hukum
dan etika sejak awal penelitian, bukan saat akan mengirim artikel.
Penutup: Belajar
dari Penolakan untuk Meraih Penerimaan
Menerima surat penolakan bukan berarti akhir dari segalanya.
Justru itu adalah proses pembelajaran yang sangat berharga. Di dunia akademik,
peneliti yang sukses adalah mereka yang bisa mengidentifikasi kesalahan,
memperbaikinya, dan terus mencoba dengan strategi yang lebih matang.
Dalam Klaster 3: Publikasi Ilmiah, kualitas bukan
hanya soal data yang baik, tetapi juga soal cara menyajikan karya tersebut
sesuai standar yang berlaku. Dengan menghindari 20 kesalahan di atas, Anda
sudah melangkah 70% lebih dekat menuju keberhasilan publikasi.
Ingatlah pepatah: “Karya yang bagus belum tentu diterima,
tetapi karya yang disiapkan dengan benar dan sesuai aturan pasti memiliki
peluang jauh lebih besar untuk diterbitkan.”
Semoga panduan ini membantu Anda mempersiapkan artikel dengan
lebih matang dan segera melihat karya Anda terbit di jurnal-jurnal yang
diharapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar