Teknis Pengusulan Jabatan Fungsional Dosen melalui SISTER: Agar Tidak Bolak-Balik Revisi

Dalam pengusulan Jabatan Fungsional Dosen (JFD)—termasuk Lektor Kepala—tantangan terbesar sering kali bukan pada substansi tridharma, melainkan pada teknis pengusulan melalui sistem. Banyak dosen yang secara akademik sudah siap, tetapi pengusulannya tertahan karena kesalahan input, dokumen, atau alur administrasi.

Artikel ini membahas teknis pengusulan melalui SISTER (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi) dan aplikasi pendukung secara ringkas, praktis, dan berbasis pengalaman lapangan.

 

Alur Umum Pengusulan Jabatan Fungsional Dosen

Secara garis besar, alur pengusulan JFD melalui sistem terdiri dari beberapa tahapan berurutan:

1.      Persiapan data dan dokumen

2.      Input data pada sistem

3.      Unggah dokumen pendukung

4.      Validasi tingkat prodi dan fakultas

5.      Penilaian oleh asesor

Catatan penting:
Setiap tahapan saling bergantung. Kesalahan kecil di awal bisa berdampak panjang hingga tahap akhir.

 

Tahap 1 – Input Data: Pondasi Pengusulan

Tahap input data adalah pondasi utama. Di sinilah banyak kesalahan terjadi.

Data yang biasanya diinput meliputi:

·         Riwayat pendidikan

·         Riwayat jabatan fungsional

·         Beban kerja dosen

·         Aktivitas tridharma

Kesalahan umum:

·         Data tidak sesuai dengan SK

·         Tanggal kegiatan tidak konsisten

·         Bidang keilmuan tidak linier

👉 Tips:
Sebelum input, pastikan semua data sudah final dan tervalidasi secara dokumen.

 

Tahap 2 – Unggah Dokumen: Bukan Sekadar Upload

Mengunggah dokumen bukan sekadar melampirkan file, tetapi memastikan dokumen:

·         Sah secara administratif

·         Jelas terbaca

·         Sesuai dengan data yang diinput

Jenis Dokumen yang Sering Bermasalah

·         SK jabatan dan kepangkatan

·         Surat tugas mengajar

·         Bukti publikasi (artikel, halaman jurnal)

·         Laporan penelitian dan pengabdian

Kesalahan umum:

·         File terpotong atau tidak lengkap

·         Dokumen tidak ditandatangani

·         Nama file tidak jelas

 

Tahap 3 – Validasi Prodi dan Fakultas

Setelah data dan dokumen diunggah, pengusulan masuk ke tahap validasi internal.

Pada tahap ini:

·         Prodi dan fakultas memeriksa kesesuaian data

·         Kelengkapan dokumen diverifikasi

·         Ketidaksesuaian akan dikembalikan ke pengusul

Kesalahan umum:
Menganggap validasi hanya formalitas. Faktanya, banyak pengusulan berhenti di tahap ini karena masalah teknis.

👉 Tips:
Bangun komunikasi aktif dengan operator prodi/fakultas.

 

Tahap 4 – Penilaian oleh Asesor

Tahap akhir adalah penilaian oleh asesor:

·         Asesor menilai berbasis dokumen

·         Tidak ada klarifikasi lisan

·         Semua penilaian bersandar pada bukti tertulis

Kesalahan umum:
Mengasumsikan asesor “tahu” aktivitas dosen tanpa bukti kuat.

👉 Prinsip utama:
Jika tidak tertulis dan terdokumentasi, dianggap tidak ada.

 

Tips Agar Tidak Bolak-Balik Revisi

Berikut beberapa tips praktis agar pengusulan berjalan lancar:

1. Siapkan Dokumen Jauh Hari

Jangan menyiapkan dokumen di akhir periode. Idealnya:

·         Dokumen disiapkan 1–2 tahun sebelumnya

·         Disimpan rapi dan konsisten

 

2. Cocokkan Data dengan Dokumen

Pastikan:

·         Nama kegiatan sama persis

·         Tanggal konsisten

·         Bidang keilmuan sesuai

 

3. Gunakan Nama File yang Jelas

Contoh:

·         SK_Mengajar_2023.pdf

·         Artikel_Jurnal_Nasional_2024.pdf

 

4. Pahami Perspektif Penilai

Asesor menilai apa yang terlihat di sistem, bukan apa yang diketahui secara personal.

 

Penutup: SISTER adalah Alat, Bukan Penghalang

SISTER dan aplikasi terkait sejatinya adalah alat bantu untuk memastikan proses pengusulan jabatan fungsional berjalan objektif dan transparan. Masalah muncul bukan karena sistemnya, tetapi karena kurangnya kesiapan teknis.

Dengan memahami alur, menyiapkan dokumen dengan baik, dan berpikir dari sudut pandang penilai, dosen dapat menghindari revisi berulang dan fokus pada hal yang lebih penting: membangun kualitas akademik menuju Lektor Kepala.


Artikel lainnya




Tidak ada komentar:

Posting Komentar