Strategi Publikasi Ilmiah untuk Lektor Kepala: Dari
Momok Menjadi Peta Jalan
Bagi banyak dosen, publikasi ilmiah adalah bagian paling menegangkan dalam
pengusulan Jabatan Fungsional Lektor Kepala (LK).
Bukan karena dosen tidak punya pengalaman atau ide, tetapi karena publikasi
sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang rumit, penuh risiko, dan rawan salah
langkah.
Padahal, publikasi ilmiah untuk LK bukan soal kejeniusan, melainkan soal strategi,
konsistensi, dan pemahaman aturan. Artikel ini membahas
publikasi secara praktis agar tidak lagi menjadi momok, melainkan peta
jalan akademik.
Jenis Publikasi yang Diakui untuk
Lektor Kepala
Dalam pengusulan LK, tidak semua publikasi memiliki bobot yang sama. Secara
umum, publikasi yang diakui meliputi:
·
Artikel pada jurnal
nasional terakreditasi
·
Artikel pada jurnal
internasional
·
Publikasi ilmiah lain
sesuai ketentuan (dengan batasan tertentu)
Namun yang paling penting bukan sekadar “terbit”, melainkan:
·
Kesesuaian
bidang keilmuan
·
Kualitas
jurnal
·
Peran
penulis
❗ Kesalahpahaman umum:
Mengira semua jurnal online otomatis diakui. Faktanya, jurnal harus memenuhi kriteria
legalitas, akreditasi, dan reputasi.
Jurnal
Nasional Terakreditasi vs Jurnal Internasional Bereputasi
Banyak dosen bingung memilih: nasional terakreditasi atau internasional?
Keduanya sah, tetapi berbeda konteks dan tantangan.
1. Jurnal Nasional Terakreditasi
·
Terindeks nasional
·
Bahasa Indonesia atau
Inggris
·
Fokus konteks nasional atau
lokal
·
Proses relatif lebih
terjangkau bagi dosen pemula publikasi
✔ Cocok untuk membangun konsistensi publikasi
❗ Tetap harus linier dan berkualitas
2. Jurnal Internasional Bereputasi
·
Menggunakan bahasa Inggris
·
Audiens global
·
Proses seleksi lebih ketat
·
Menuntut kebaruan dan
metodologi kuat
✔ Bernilai strategis tinggi
❗ Tidak disarankan sebagai langkah pertama tanpa
persiapan
Kesalahan Fatal dalam Publikasi
untuk LK
Banyak pengusulan LK bermasalah bukan karena kurang publikasi, tetapi karena
kesalahan mendasar berikut ini.
1. Salah Memilih Jurnal
·
Jurnal tidak sesuai bidang
·
Jurnal bermasalah secara
etik
·
Jurnal tidak sesuai
ketentuan penilaian
👉 Solusi: selalu cek legalitas, indeksasi,
dan fokus jurnal.
2. Artikel Tidak Linier
Artikel bagus sekalipun bisa dinilai rendah jika:
·
Topik melompat-lompat
·
Tidak sesuai homebase
·
Tidak menunjukkan kedalaman
bidang
👉 LK menilai arah keilmuan,
bukan sekadar produktivitas.
3. Duplikasi Data
·
Artikel mirip dengan
publikasi sebelumnya
·
Data digunakan ulang tanpa
pengembangan signifikan
·
Indikasi self-plagiarism
👉 Ini termasuk kesalahan serius yang bisa
menggugurkan penilaian.
Tips
Praktis Publikasi untuk Dosen
1. Memilih Jurnal yang Aman
Beberapa prinsip sederhana:
·
Cek fokus dan ruang lingkup
jurnal
·
Pastikan jurnal memiliki
identitas yang jelas
·
Hindari jurnal yang
menjanjikan terbit instan tanpa proses review
📌 Prinsip aman: lebih
lambat tapi sah.
2. Mengelola Waktu Menulis di Tengah Kesibukan
Dosen sering berkata: “Saya tidak punya waktu menulis.”
Yang lebih tepat: belum menjadwalkan menulis.
Tips sederhana:
·
Sisihkan waktu khusus
(30–60 menit per hari)
·
Menulis bertahap, bukan
menunggu waktu panjang
·
Gunakan hasil riset,
pengabdian, atau bahan ajar sebagai bahan tulisan
3. Kolaborasi Penulisan
Menulis tidak harus sendirian:
·
Kolaborasi dengan dosen
satu bidang
·
Melibatkan mahasiswa
·
Menulis bersama tim
penelitian
✔ Lebih ringan
✔ Lebih konsisten
✔ Lebih cepat berkembang
Publikasi sebagai Identitas
Akademik
Untuk Lektor Kepala, publikasi bukan sekadar syarat administratif, melainkan
jejak intelektual. Dari publikasi, penilai
membaca:
·
Bidang keahlian dosen
·
Konsistensi riset
·
Kontribusi terhadap ilmu
pengetahuan
Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan lagi:
“Di jurnal mana saya bisa cepat terbit?”
melainkan:
“Bidang apa yang ingin saya bangun melalui publikasi saya?”
Penutup: Publikasi Itu Bisa
Dipelajari
Publikasi ilmiah bukan bakat bawaan, tetapi keterampilan akademik
yang bisa dipelajari dan dilatih. Dengan strategi yang tepat, publikasi untuk
Lektor Kepala tidak lagi menjadi momok, tetapi menjadi bagian
alami dari perjalanan akademik dosen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar