🎨💡 Menggunakan Canva, Padlet, dan Mentimeter dalam Kelas
(Karena PowerPoint Saja Nggak
Cukup Lagi!)
Coba kita jujur sebentar.
Siapa di sini yang masih pakai slide PowerPoint yang isinya teks semua, terus
dosennya baca kalimat demi kalimat dari awal sampai akhir? 😅
Jaman dulu mungkin masih oke.
Tapi sekarang, di era mahasiswa Gen Z yang lahir bersamaan dengan
internet cepat dan TikTok berdurasi 15 detik, model pengajaran yang statis itu
sudah mulai kehilangan “magnetnya”.
Mahasiswa sekarang maunya interaktif,
visual, dan fun.
Mereka suka belajar dari sesuatu yang bisa disentuh, diklik, digeser, atau
bahkan ditambah stiker lucu.
Nah, kabar baiknya — sekarang ada
banyak banget alat bantu digital yang bisa bikin kegiatan belajar lebih hidup,
menarik, dan bahkan kolaboratif.
Tiga di antaranya yang paling populer adalah:
👉 Canva,
👉 Padlet, dan
👉 Mentimeter.
Ketiganya punya fungsi berbeda,
tapi kalau dipakai bareng, bisa bikin kelas terasa kayak workshop kreatif
ketimbang kuliah biasa.
Yuk kita bahas satu per satu, plus gimana caranya memadukan ketiganya dalam
pembelajaran di kampus!
Penerbitan dan Percetakan Buku Cemerlang | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com)
🎨 1. Canva: Desain Nggak Harus
Jadi Desainer
Kalau kamu pernah lihat
presentasi yang warnanya senada, font-nya enak dibaca, dan gambarnya pas banget
— besar kemungkinan itu dibuat pakai Canva.
Canva adalah platform desain
online yang super mudah dipakai, bahkan buat orang yang nggak pernah belajar
desain sama sekali.
Dengan Canva, dosen dan mahasiswa bisa bikin:
- Poster pembelajaran
- Infografis teori
- Slide presentasi yang menarik
- Konten media sosial kampus
- Sampai video pendek buat tugas proyek
Dan semua itu bisa dilakukan cuma
dengan drag and drop! ✨
📚 Contoh Kasus di Kelas
Misalnya kamu dosen mata kuliah Kewirausahaan.
Daripada kasih tugas makalah “buat proposal bisnis”, kamu bisa kasih tantangan:
“Desain pitch deck bisnis
kamu di Canva seolah-olah kamu lagi presentasi ke investor.”
Mahasiswa langsung semangat.
Mereka bisa bikin logo, infografis target pasar, dan simulasi produk pakai
template profesional dari Canva.
Hasilnya bukan cuma menarik
dilihat, tapi juga melatih kreativitas dan komunikasi visual mereka.
🌟 Kelebihan Canva
- Ribuan template siap pakai untuk berbagai kebutuhan
(poster, presentasi, CV, video, dll).
- Kolaborasi real-time — mahasiswa bisa kerja
kelompok di dokumen yang sama.
- Integrasi dengan Google Classroom (jadi gampang kalau mau
tugas online).
- Gratis untuk pendidikan! — Canva for Education
menyediakan akun premium bagi guru/dosen dan siswa/mahasiswa.
💡 Tips Menggunakan Canva dalam
Kelas
- Gunakan untuk tugas berbasis proyek.
Misalnya: “Buat infografis tentang dampak AI terhadap dunia kerja.” - Libatkan kreativitas.
Jangan cuma nilai isi, tapi juga nilai cara mahasiswa menyajikan data dan ide. - Ajak mahasiswa presentasi hasil desain mereka.
Biar ada proses berbagi dan diskusi, bukan cuma pengumpulan tugas. - Kolaborasi lintas jurusan.
Misalnya, mahasiswa komunikasi bikin desain, sementara mahasiswa ekonomi bikin isi konten. Seru banget!
🧱 2.
Padlet: Dinding Virtual untuk Ide dan Kolaborasi
Nah, kalau Canva urusannya dengan
visual dan desain, Padlet itu lebih ke arah ruang ide.
Bayangin papan tulis besar yang bisa diisi bareng-bareng oleh semua orang —
itulah Padlet.
Padlet memungkinkan mahasiswa dan
dosen berbagi ide, file, gambar, video, atau tautan di satu tempat.
Dan tampilannya kayak “dinding digital” yang penuh post-it warna-warni.
💬 Ilustrasi: Padlet dalam Aksi
Bayangin kamu ngajar mata kuliah Psikologi
Sosial.
Kamu mulai kelas dengan pertanyaan:
“Menurut kalian, apa faktor
terbesar yang memengaruhi perilaku seseorang di media sosial?”
Daripada satu-satu angkat tangan
(yang biasanya cuma 3 orang aktif 😅), kamu minta semua mahasiswa buka Padlet dan tulis pendapat mereka di
sana.
Dalam hitungan detik, muncul
ratusan sticky notes digital berisi opini, meme, gambar, bahkan kutipan
teori.
Kelas langsung ramai dan interaktif!
Kamu bisa bahas satu-satu, atau
kelompokkan ide-ide yang mirip.
Padlet ini cocok banget untuk diskusi terbuka, brainstorming, refleksi, atau
tugas kolaboratif.
🌈 Jenis Padlet yang Bisa Dipakai
Padlet menyediakan berbagai
layout sesuai kebutuhan:
- Wall — buat brainstorming bebas.
- Timeline — cocok untuk materi
sejarah atau kronologi peristiwa.
- Map — bisa dipakai untuk kuliah geografi, pariwisata, atau studi budaya.
- Grid atau Shelf — pas untuk klasifikasi ide
atau membandingkan teori.
🧩
Contoh Penggunaan Padlet di Berbagai Mata Kuliah
- Bahasa dan Sastra: Mahasiswa upload contoh
gaya bahasa dari teks sastra.
- Ekonomi: Diskusi faktor ekonomi
global, tiap kelompok tulis hasil risetnya di kolom berbeda.
- Pendidikan: Refleksi mingguan “Apa hal
paling menarik yang kamu pelajari minggu ini?”
- Desain atau Arsitektur: Pamer portofolio karya
mahasiswa secara kolektif.
💡 Tips Menggunakan Padlet
- Gunakan Padlet sebagai pemanasan kelas.
Tanyakan opini, fakta menarik, atau studi kasus singkat. - Jadikan Padlet sebagai galeri hasil kerja mahasiswa.
Mereka bisa saling belajar dari karya temannya. - Gabungkan dengan Mentimeter atau Canva.
Misalnya, hasil survei dari Mentimeter bisa didiskusikan di Padlet, lalu divisualisasikan di Canva. - Gunakan fitur komentar.
Mahasiswa bisa kasih tanggapan terhadap ide temannya. Ini melatih komunikasi akademik yang sehat.
🧠3.
Mentimeter: Bikin Kelas Serasa Live Polling di TV
Kalau kamu pengen kelas yang
dinamis dan semua mahasiswa bisa ikut ngomong tanpa takut salah, Mentimeter
jawabannya.
Mentimeter adalah alat presentasi
interaktif yang memungkinkan dosen bikin:
- Live poll (jajak pendapat langsung)
- Quiz (kuis cepat)
- Word cloud (kumpulan kata yang muncul
dari jawaban mahasiswa)
- Ranking atau multiple choice
questions
Semua dilakukan real-time,
cukup dari HP mahasiswa masing-masing.
🎤 Ilustrasi di Kelas
Bayangin kamu ngajar Etika
Profesi.
Kamu mulai dengan pertanyaan Mentimeter:
“Apa tiga kata yang muncul di
pikiranmu saat mendengar kata ‘integritas’?”
Mahasiswa jawab lewat HP, dan di
layar muncul word cloud warna-warni — kata-kata seperti jujur,
tanggung jawab, disiplin, konsisten muncul besar-besar.
Seru banget kan?
Diskusi pun bisa dimulai dari hasil itu.
🌟 Keuntungan Mentimeter
- Semua mahasiswa bisa berpartisipasi, bahkan yang biasanya
pasif.
- Hasil langsung terlihat, bikin diskusi lebih cepat
dan relevan.
- Anonim, jadi mahasiswa nggak takut
salah.
- Bisa disimpan, hasil polling bisa
dijadikan bahan refleksi atau tugas lanjutan.
💡 Tips Menggunakan Mentimeter di
Kelas
- Gunakan di awal kelas untuk pemanasan.
Contoh: “Seberapa semangat kamu hari ini? (1-5)” — hasilnya muncul dalam bentuk grafik. - Gunakan di tengah pembelajaran untuk evaluasi cepat.
Contoh: “Apa konsep paling sulit dari topik hari ini?” - Gunakan di akhir kelas untuk refleksi.
Contoh: “Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini?” - Integrasikan dengan Padlet dan Canva.
Hasil dari Mentimeter bisa dijadikan bahan diskusi di Padlet, lalu divisualisasikan di Canva.
🔗 Kombinasi Hebat: Canva + Padlet
+ Mentimeter
Ketiga alat ini punya kekuatan
masing-masing, tapi kalau digabungkan, hasilnya bisa luar biasa!
Mari lihat contoh nyata penerapannya dalam satu perkuliahan. 👇
🧩
Ilustrasi Proyek Kelas: “Inovasi Sosial untuk Masyarakat”
Langkah 1 – Mentimeter
(Brainstorming Awal)
Dosen membuka kuliah dengan pertanyaan:
“Masalah sosial apa yang paling
mendesak di lingkunganmu?”
Mahasiswa menjawab lewat
Mentimeter → hasilnya muncul dalam bentuk word cloud.
Misalnya: sampah plastik, kemiskinan, pendidikan rendah, pengangguran.
Langkah 2 – Padlet (Diskusi dan
Pengelompokan Ide)
Mahasiswa dibagi jadi kelompok berdasarkan topik yang mereka pilih dari hasil
Mentimeter.
Di Padlet, tiap kelompok membuat kolom dan mengisi ide solusi, data pendukung,
dan contoh kasus nyata.
Langkah 3 – Canva (Presentasi dan
Visualisasi Solusi)
Setelah ide matang, tiap kelompok membuat poster kampanye digital di
Canva untuk mempresentasikan solusi mereka.
Poster dikumpulkan, lalu ditampilkan di Padlet untuk mendapat feedback
dari teman-teman kelas.
Hasilnya?
Kelas yang tadinya kaku berubah jadi sesi penuh ide, diskusi, dan kreativitas.
✨
ðŸ§
Keuntungan Menggunakan Ketiganya
|
Alat |
Fungsi Utama |
Dampak dalam Pembelajaran |
|
Canva |
Desain visual & presentasi |
Meningkatkan kreativitas dan
komunikasi visual |
|
Padlet |
Kolaborasi & diskusi online |
Meningkatkan partisipasi dan
berbagi ide |
|
Mentimeter |
Interaksi & refleksi
real-time |
Meningkatkan keterlibatan
mahasiswa dan evaluasi cepat |
Dengan ketiganya, dosen nggak
lagi jadi “pusat informasi”, tapi jadi fasilitator pembelajaran aktif.
Mahasiswa pun nggak cuma “menerima”, tapi ikut mencipta dan berpartisipasi.
💬 Tantangan dan Solusinya
Tentu, nggak semua berjalan
mulus.
Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:
- Koneksi internet yang lambat.
Solusi: minta mahasiswa unduh materi Canva atau Padlet sebelumnya, dan pakai mode offline bila perlu. - Mahasiswa belum familiar dengan platform.
Solusi: sisihkan 10 menit pertama untuk tutorial singkat — bisa pakai video dari YouTube atau Canva Education. - Waktu habis buat teknis.
Solusi: batasi aktivitas, fokus ke satu platform utama per pertemuan. - Dosen merasa “gaptek.”
Solusi: mulai dari yang sederhana dulu. Mentimeter untuk polling, misalnya, cuma butuh 2 menit setup.
🌟 Penutup: Kelas yang Interaktif,
Kreatif, dan Kolaboratif
Menggunakan Canva, Padlet, dan
Mentimeter bukan cuma soal “ikut tren digital”, tapi soal mengubah cara
kita mengajar dan belajar.
Ketiganya membantu menciptakan suasana kelas yang lebih visual, partisipatif,
dan relevan dengan dunia mahasiswa masa kini.
Karena sejatinya, belajar bukan
cuma tentang memahami teori, tapi juga tentang bagaimana kita
mengomunikasikannya dengan kreatif. 🎨
✨ Kesimpulan
Singkat
|
Aspek |
Canva |
Padlet |
Mentimeter |
|
Fungsi |
Desain visual |
Kolaborasi ide |
Interaksi & polling |
|
Kelebihan |
Estetis, mudah, profesional |
Fleksibel & interaktif |
Cepat & menyenangkan |
|
Contoh Penggunaan |
Poster, presentasi, infografis |
Diskusi, galeri tugas |
Refleksi, kuis, survei |
|
Tujuan Akhir |
Kreativitas |
Kolaborasi |
Partisipasi |
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar